B. PERCAYA
B. PERCAYA
Kata
"percaya" secara bahasa berarti mengakui atau yakin bahwa
sesuatu benar atau nyata. Sementara secara istilah, "percaya"
memiliki beberapa arti, yaitu: Membenarkan dalam hati, Mengucapkan dengan
lisan, Mengamalkan dalam perbuatan.
Dari definisi
di atas bahwa jelas kita sebagai manusia wajib mempercayai TUHAN melalui
utusannya, yaitu kita mengituti apa yang di kerjakan utusan dan meninggalkan
apa yang tidak utusan lakukan, Hal ini di lakukan semata mata hanya untuk
mendapatkan Rahmat TUHAN.
Sebagai mana
yang tertulis di atas bahwa dapat di simpulkan untuk mendapatkan Rahmat/kasih
dari TUHAN maka kita perlu melakukan amalan amalan ibadah, dalam hal ini ibadah
menjadi 2 macam yaitu ibadah vertical (langsung ke tuhan), dan ibadah
horizontal (sesama manusia untuk mendapatkan Rahmat TUHAN).
Secara garis
besar kedua amalan tersebut tidak boleh terpisahkan, yaitu jika kita melakukan
amalan vertical, jangan kita meninggalkan amalan horizontal. Dan begitupun
sebaliknya, jika kita melakukan amalan horizontal jangan kita lupakan amalan vertical.
Sebab kita manusia tiada lain dan tiada bukan di ciptakan untuk semata mata
beribadah kepada Nya.
Contoh dari amalan vertical adalah, memuji tuhan, mengucap syukur, ruku dan sujud, berpuasa dan berdo'a meminta apapun ke TUHAN, sedangkan contoh dari ibadah horizontal yaitu seperti berbuat baik ke orang lain, menolong, bayar zakat, bersedekah, jujur, amanah dan lain sebagainya.
jika dalam diri seseorang telah terdapat contoh contoh tersebut maka bisa di takatan bahwa dia tergolong orang yang PERCAYA, sebab ia telah menghasilkan buah yang baik dari kepercayaannya itu, dan selalu mengharapkan kasih dan rahmat TUHAN semata.
perlu kita ketahui TUHAN tidak akan memberikan kita hadiah surga kalau kita hanya mengejar surga dan hanya melakukan ibadah secara vertikal saja. iya mungkin saja di kasih tapi ia tidak akan mendapatkan surga yang istimewah. dikarenakan kamu hanya beribada secara vertical tapi kamu mengabaikan ibadah horizontal.
mari saya ajak kita berfikir, jika dalam satu perusahan melakukan undian yang menang akan mendapakan mobil, lalu seseorang ini sangat mengiginkan mobil tersebut, alhasil dia melakukan segala cara untuk mendapatkannya memperbaiki hubungannya dengan bosnya namun dia sikut mensikut dengan kariyawan lain bahkan sampai melakukan hal curang. kemudian setelah pengundian dia menang namun sang bos di beritahu oleh yang lain bahwa dia melakukan kecurangan menjahtukan orang lain, apakah bos akan tetap memberikan hadiah itu ?, tentu saja bos akan menganggapnya hangus. nah begitulah gambaran singkat kepada kita bahwa beribadah itu tidak hanya kau dan tuhan tapi bagai mana dengan kau dan orang orang di sekitarmu agar sama sama bisa mendapatkan hadiah istimewah oleh TUHAN.
ingatlah surga itu besar dan luas. jika hanya seorang yg menempatinya akan tersa sunyi, maka mari kita bersama sama mengharapkan rahmat dan kasih TUHAN agar kita bisa hidup kekal di dalam surga, kekal bersama selama lamanya.
Post a Comment
0 Comments